Rekapitulasi Sengketa Perbankan Periode Januari 2016-Agustus 2018

LAPSPI atau Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Perbankan Indonesia merupakan suatu lembaga independen yang didirikan oleh Asosiasi Perbankan dengan suatu tujuan yang jelas, yaitu untuk memberikan layanan penyelesaian sengketa disektor perbankan di luar pengadilan. Dengan adanya LAPSPI diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan tersedianya layanan penyelesaian sengketa diluar pengadilan.

LAPSPI memfasilitasi penyelesaian sengketa perbankan secara profesional, dengan memperhatikan karakteristik permasalahan serta mengedepankan independensi dan kepatuhan pada peraturan undang-undang yang berlaku di Indonesia. LAPSPI juga sudah banyak menyelesaikan masalah sengketa perbakan dengan menggunakan 3 layanan penyelesaian sengketa, yaitu mediasi, adjudikasi dan arbitrase. Nasabah atau konsumen dapat memilih bentuk penyelesaian yang diinginkan sesuai dengan prosedur dan peraturan LAPSPI.

Kilas balik pada rekapitulasi sengketa periode Januari 2016 sampai dengan Agustus 2018 kemarin, tercatat ada 124 permohonan sengketa perbankan yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Adapun rekapitulasi pengaduan berdasarkan daerah, yaitu sekitar 58% pengaduan berasal dari Provinsi DKI Jakarta, 19% pengaduan berasal dari Provinsi Jawa Barat, 5% berasal dari Jawa Tengah, dan 18% lainnya tersebar di provinsi lain di Indonesia, contohnya di daerah Kalimantan, Sumatra, Riau, dan Sulawesi.

Tercatat juga di dalam rekapitulasi tersebut, bahwa permohonan sengketa di sektor perbankan di dominasi oleh laki-laki, yaitu sebanyak 71 orang, sementara wanita 53 orang. Usia pemohon pun berbeda-beda, dimulai dari usia 20 sampai dengan 80 tahun. Dengan rincian masing-masing 5 orang untuk usia 20-30 tahun, 31-40 tahun, 41-50 tahun, 51-60 sampai dengan usia 71-80 tahun.

Dari hasil rekapitulasi yang tercatat, semua pengaduan sengketa diselesaikan dengan biaya yang terukur, adil, efektif dan efisien. Dari segi waktu, semua penyelesaian sengketa melalui LAPSPI pun hanya memakan waktu yang terbilang cepat, yaitu maksimal 30 hari untuk pelayanan Mediasi dan 180 untuk pelayanan Arbitrase. Yang perlu diketahui adalah, putusan Arbitrase LAPSPI bersifat final and binding.

Memasuki usianya yang ke-4 pada tahun 2019, lembaga yang terbilang masih muda dibidangnya ini, telah mencoba untuk terus memerankan fungsinya sebagai forum alternatif penyelesaian sengketa perbankan. Sebagai forum penyelesai sengketa, lembaga ini bersifat sebagai quasi peradilan.

Namun perlu diingat bahwa tidak semua sengketa perbankan bisa diajukan penyelesaiannya melalui LAPSPI. Yang bisa diajukan yaitu hanya sengketa perdata di bidang perbankan, dan sebelumnya telah diupayakan penyelesaian dengan bank namun masih belum tercapai kesepakatan. Untuk setiap pelayanan penyelesaian sengketa melalui LAPSPI baik itu Arbitrase, Mediasi ataupun Adjudikasi, ketiganya memiliki syarat dan ketentuan masing-masing. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai persyaratan, pelayanan, peraturan prosedur dan biaya-biaya kunjungi lebih banyak di website lapspi.